Pendakian Gunung Merapi via New Selo

Pendakian Gunung Merapi

Disambut cahaya matahari pagi ketika memulai perjalanan ke puncak Merapi.

Gunung Merapi (2.930 mdpl) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Gunung Merapi secara administratif berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Sleman), dan wilayah Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten). Gunung Merapi terkahir meletus pada tahun 2010 lalu.

Transportasi ke Gunung Merapi

Dari terminal Bungurasih (Surabaya), saya naik bus Eka Patas jurusan Semarang via Solo dan turun di terminal Boyolali. Alternatif lain bisa naik bus jurusan Solo (PO Eka Mira atau Sumber Group) turun di terimal Tirtonadi, Solo, dan melanjutkan perjalanan dengan bus jurusan Semarang turun di terminal Boyolali. Bus jurusan Solo dari terminal Bungurasih tersedia 24 jam, jadi tidak perlu khawatir.

Di terminal Boyolali saya menunggu teman saya dari Jakarta sambil repacking barang bawaan di mushola dan sarapan. Baru sekitar pukul 8.30 teman saya sampai di terminal Boyolali. Kami berjalan kaki sekitar 15 menit menuju perempatan Surowedanan, tempat bus jurusan Selo biasa standby. Sebenarnya, jika ingin mempersingkat waktu dari Solo bisa langsung turun di perempatan Surowedanan ini, jadi tidak perlu jalan lagi. Atau bisa naik angkot atau ojek dari terminal Boyolali.

Selanjutnya perjalanan ganti menggunakan bus kecil menuju pasar Cepogo dan disambung dengan bus kecil lagi dari pasar Cepogo ke Selo, total perjalanan sekitar 2 jam sampai di pertigaan basecamp Merapi. Untuk bus jurusan Selo ini biasanya hanya beroperasi sampai siang hari, alternatif lain jika sudah tidak ada bus bisa menumpang mobil pick-up sayur yang arahnya ke Selo.

Dari pertigaan ini bisa dilanjutkan dengan naik ojek atau jalan kaki ke basecamp New Selo. Saya sendiri memilih jalan kaki bersama teman saya sekaligus untuk pemanasan naik nanti, padahal lagi nggak ada ojek :(. Kami sampai di basecamp pendakian sekitar pukul 11 siang, istirahat sebentar dan makan siang sebelum melakukan pendakian.

Pendakian Gunung Merapi

Setelah melakukan registrasi, sekitar pukul 12.30 kami mulai melakukan pendakian. Trek awal adalah jalanan beraspal sampai dengan tempat bertuliskan New Selo. Kemudian dilanjutkan dengan jalan setapak melewati perkebunan warga dan berganti menjadi jalan tanah sampai menuju di pos Gerbang TNGM. Perjalanan dari basecamp sampai Gerbang TNGM kami tempuh sekitar 1 jam dengan trek yang terus naik dari awal.

Pendakian Gunung Merapi

Jalan setapak terbuka dari New Selo. Trek awal pendakian Gunung Merapi.

Trek selanjutnya masih di dominasi dengan trek tanah berdebu. Sesekali kami bertemu dengan rombongan pendaki yang turun sambil lari membawa debu. Jadi sangat disarankan memakai masker untuk mengurangi efek debu ini. Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan kami sampai di Pos I, Watu Belah.

Pendakian Gunung Merapi

Istirahat di Pos Watu Belah dengan rombongan pendaki lain.

Setelah beristirahat cukup di Pos I, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pos II dimana trek sudah mulai berubah dari trek tanah menjadi trek berbatu. Di trek ini saya sering beristirahat karena jalanan berbatu ini cukup menguras tenaga, selain karena kurangnya latihan fisik sebelum mendaki. Perjalanan menuju Pos II kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam.

Pendakian Gunung Merapi

Trek berbatu menuju Pos II. Perhatikan pijakan!

Setelah hampir 15 menit beristirahat di Pos II kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Bubrah dimana kami rencanakan akan mendirikan tenda. Cuaca mulai berangin dan dingin sepanjang perjalanan kami ke pos terakhir sebelum puncak ini. Trek menuju Pasar Bubrah berupa trek berbatu yang menanjak dan perlu ekstra hati-hati pada tumpuan kaki karena bebatuan yang rawan runtuh. Setelah kurang lebih 1 jam sekitar pukul 17.30 akhirnya kami sampai di Pasar Bubrah dan langsung mencari lapak untuk mendirikan tenda.

Pendakian Gunung Merapi

Sampai di Pasar Bubrah. Tanah terbuka berbatu tempat mendirikan tenda. Pilih lapak di sekitar batu untuk mengurangi efek angin.

Pendakian Gunung Merapi ini tidak ada sumber air sama sekali, jadi disarankan membawa air yang cukup untuk persediaan selama perjalanan naik, camp, dan turun nanti. Saya sendiri membawa 2 botol air mineral 1.500mL dan 3 botol kecil air mineral 600mL.

Sepanjang malam angin cukup kencang membuat malas keluar tenda. Hasilnya sekitar pukul 7 malam setelah selesai makan kami sudah tertidur.

Summit Attack:
Paginya saya terbangun sekitar jam 4 pagi karena panggilan alam (baca: buang air kecil). Saya keluar tenda. Di trek menuju puncak sudah terlihat beberapa cahaya headlamp para pendaki yang sedang summit. Awalnya saya ragu untuk summit sendiri karena teman saya sudah memutuskan untuk tidak summit. Tapi, setelah melihat beberapa pendaki lain yang bersemangat ke atas, akhirnya saya niatkan juga berangkat sendiri.

Trek awal ke puncak Merapi berupa tanah berpasir yang cukup melelahkan dan dilanjutkan dengan bebatuan curam sampai di puncaknya. Dari Pasar Bubrah sampai dengan Puncak Merapi membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit, tergantung fisik masing-masing tentunya. Sedangkan ketika turun hanya butuh waktu sekitar 30 menit karena ketika di trek berpasir ini bisa sambil “ski”.

Pendakian Gunung Merapi

Gunung Merbabu dari trek menuju ke Puncak Merapi.

Pendakian Gunung Merapi

Trek mulai berubah dari trek berpasir menjadi trek berbatu.

Pendakian Gunung Merapi

Finally, Puncak! Hati-hati di puncak Merapi, samping kiri sudah kawah menganga. Ada pendaki yang jatuh beberapa waktu yang lalu. :(

—–

Setelah cukup menikmati puncak Gunung Merapi saya kembali ke tenda. Sarapan mie, packing dan kembali turun ke basecamp pendakian. Kalau berangkat perlu waktu sekitar lima jam, kami membutuhkan waktu dua setengah jam untuk turun. Setelah lapor ke basecamp pendakian kami melanjutkan perjalanan ke Solo. Oiya, dari Selo ke Cepogo kami menumpang mobil pick-up sayur karena bus tujuan Cepogo sudah tidak ada.

Itinerary Pendakian Gunung Merapi via Selo:

Mulai Pendakian: 12.30
Sampai di Pasar Bubrah: 17.30
Basecamp Pendakian – Pos Gerbang TNGM: 1 jam
Pos Gerbang TNGM – Pos I Watu Belah: +/- 1,5 jam
Pos I Watu Belah – Pos II: +/- 1,5 jam
Pos II – Pasar Bubrah: 1 jam
Pasar Bubrah – Puncak Merapi: 1,5 jam

Biaya Pendakian Gunung Merapi:

Bus Surabaya – Boyolali (Patas): Rp98.000
Boyolali – Pasar Cepogo: Rp10.000
Pasar Cepogo – Selo: Rp7.500
Selo – Pasar Cepogo (pickup sayur): Rp5.000
Pasar Cepogo – Boyolali: Rp10.000
Boyolali – Solo: Rp7.500
Solo – Surabaya: Rp46.000

Tiket masuk TN Gunung Merapi: Rp16.000
Logistik: +/- Rp100.000

PS. Saat terakhir ke sana batas terakhir pendakian hanya diperbolehkan sampai di Pasar Bubrah. Sudah banyak spanduk dan papan peringatan, tapi masih banyak yang ‘nekat’ ke puncak. Cerita mendaki gunung Merapi selanjutnya bisa dibaca di sini.

8 thoughts on “Pendakian Gunung Merapi via New Selo

  1. Pingback: Merbabu via Suwanting: Jalur Kaya Air | My Life Footprints

  2. Pingback: Pendakian “Berkuah” di Gunung Sindoro | My Life Footprints

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s